Service Hand Lift

Prosedur Diagnosis Teknis Terstandar

Sebelum tindakan perbaikan dilakukan proses alur pemeriksaan teknis yang transparan membantu pemilik gudang memahami kondisi unti secara terukur. Berikut tindakan yang dilakukan, antara lain:

01

Inspeksi Visual & Struktur Sasis

Pemeriksaan kelurusan garpu (fork), integritas las sasis, dan potensi kebocoran fluida di area bawah unit

02

Hydraulic Pressure Test

Mengukur tekanan bar pada pompa hidrolik untuk memastikan silinder mampu menahan beban sesuai standar rating kapasitasnya tanpa terjadi pressure drop

03

Electrical System Scan (Tipe Electric)

Pemindaian microcontroller (seperti Zapi atau Curtis) dan pengujian daya tahan sel baterai menggunakan alat diagnosa digital

04

Safety & Load Test

Pengujian unit menggunakan beban bertahap untuk mengecek kestabilan hidrolik, respon pengereman elektromagnetik, dan fungsi tombol emergency reverse

Panduan Analisis Kelayakan: Repair VS Replace

Kenali unit untuk mengambil keputusan paling ekonomis antara service hand lift lama atau menggantinya dengan unit baru

Kriteria Layak Di-Service

  • Kerusakan bersifat konsumsi pemakaian normal (wear & tear), seperti roda aus, seal hidrolik bocor, oli kotor, atau bearing macet
  • Biaya estimasi perbaikan dan suku cadang masih di bawah 30% - 40% dari harga unit baru
  • Sasis utama dan garpu masih lurus serta tidak mengalami retak struktur

Kriteria Direkomendasikan Unit Baru

  • Sasis utama atau garpu mengalami bengkok parah / retak struktur akibat overloading yang berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja (K3)
  • Dinding dalam silinder hidrolik mengalami baret dalam (deep scratch) yang menyebabkan oli terus bocor meskipun seal kit sudah diganti
  • Usia pakai unit sudah melebihi 5-7 tahun dengan frekuensi kerja padat, di mana akumulasi biaya perbaikan harian sudah tidak efisien

Jangkauan Wilayah Operasional Service Hand Lift

Tim teknisi armada pendukung kami siap memberikan respon cepat untuk kebutuhan survei, perawatan berkala, maupun perbaikan on-site di seluruh titik industri utama, meliputi:

  1. JABODETABEK: DKI Jakarta, Bogor (Sentul, Gunung Putri), Depok, Tangerang Raya (Cikupa, Balaraja, BSD), serta Bekasi & Cikarang (Jababeka, EJIP, Deltamas, MM2100)
  2. Jawa Barat: Bandung Raya (Dayeuhkolot, Rancaekek, Padalarang, Cimahi), Karawang (KIIC, Suryacipta), Purwakarta, Subang, hingga Cirebon
  3. Jawa Timur: Surabaya (SIER, Margomulyo), Sidoarjo (Berbek, Krian), Gresik (KIG, JIIPE), Pasuruan, (PIER), Mojokerto, dan Tuban